Sabtu, 13 September 2014

Lingkungan Bermain PAUD ^_^


BERMAIN


Tetang
LINGKUNGAN BERMAIN


Oleh Kelompok 7
BETTY MULYANI
DWI ANNISA FITRI
LASTRI


Dosen
FITRIYANI, M.Pd


PRROGRAM STUDI  ILMU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ISLAM (A)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2014






PEMBAHASAN

A.   Lingkungan Belajar Dan Bermain Di Tk
Penggunaan dan pengaturan lingkungan belajar merupakan suatu kegiatan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan. Baik yang terkait dengan pengembangan anak secara optimal, maupun yang terkait dengan luasnya ruangan yang tersedia, ataupun bahan-bahan dan peralatan yang ada.
Keberhasilan pelaksanaan program untuk pendidikan di TK sangat tergantung dari cara pengaturan lingkungan belajar dan bermain serta penggunaan alat permainan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kesenangan anak didik untuk bersekolah dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, maka pengaturan lingkungan, alat permainan pada khususnya dan sumber belajar pada umumnya harus rapi, menarik, dan dengan efisiensi yang tinggi sehingga dapat dinikmati dan dirasakan oleh anak.
1.   Prinsip-Prinsip Pengaturan Lingkungan Belajar Dan Bermain Anak
a.   Tingkat Perkembangan Anak
Pengaturan lingkungan belajar dan bermain perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, baik dalam segi perkembangan kognitif, motorik, bahasa, maupun psikososial.
b.   Stimulasi Perkembangan Anak
Lingkungan belajra dan bermain hendaknya diatur dengan tujuan untuk menstimulasi perkembangan anak. Oleh sebab itu, lingkungan tersebut harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak untuk eksplorasi, penyelidikan, interaksi sosial, komunikasi, dan peningkatan kemampuan koordinasi gerakan motorik.
c.    Menghindarkan Anak Cedera
Lingkungan belajar dan bermain harus ditata sedemikian rupa sehingga dapat mengindarkan anak dari kemungkinan mendapat cedera. Penempatan alat-alat, pemilihan alat permainan dan pengaturan ruangan perlu memperhatikan keselamatan anak. Setiap guru harus menyadari perlunya merancang dan mengorganisasikan lingkungan belajar anak dengan tujuan agar anak selalu tertarik dan terstimulasi untuk mau belajar.
d.   Informasi  yang   Berkaitan   dengan Anak yang Akan Mengikuti Kegiatan
      Belajar
Walaupun melalui informasi tersebut hanya sedikit yang diketahui oleh guru, tetapi informasi tersebut tetap akan menjadi sumber pengetahan bagi masing-masing guru. Informasi tersebut berupa catatan atau laporan tertulis yang dapat diperoleh guru beberapa waktu sebelum sekolah dimulai. Melalui pertemuan pertama dengan murid yang datang bersama orang tua akan menambah informasi sehingga kelas dapat dirancang dan diorganisasikan oleh guru sesuai anak didik yang telah diterima.
e.   Kegiatan Harus Dilakukan Anak yang Berkaitan dengan Tujuan Khusus
      yang Hendak Dicapai
Apabila tujuan khusus pembelajaran adalah pengembangan keterampilan sosial maka guru perlu mengatur ruangan atau lingkungan belajar yang memberi kesempatan pada anak untuk berinteraksi di dalam kerja kelompok. Misalnya, guru mengatur tempat yang menarik minat anak untuk berinteraksi di dalam kelompok, seperti menyediakan sudut permainan drama atau bermain dan lain sebagainya.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan guru adalah kebutuhan ruang bagi masing-masing anak baik di dalam maupun di luar ruang belajar, untuk memberikan kebebasan bergerak pada masing-masing anak.
B.    Perencanaan Lingkungan Belajar Dan Bermain Di Tk
1.   Perencanaan Harian
Perencanaan harian perlu dibuat oleh guru karena mempengaruhi pengaturan lingkkungan belajar. Setiap rencana harian membutuhkan peralatan dan pengaturan lingkungan belajar yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Keteraturan di sekitar anak-anak akan merangsang rasa keteraturan di dalam diri mereka.
2.   Kesehatan, Keamanan, dan Saniter
Perencanaan lingkungan belajar juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, juga saniter. Cahaya yang masuk keruangan, temperatur ruangan, dan ventilasi yang cukup untuk pergantian udara. Disamping itu, WC, kamar mandi, keran air yang diperlukan anak untuk mencuci tangan. Kondisi saniter secara umum merupakan aspek lain dari kesehatan dan keamanan yang perlu mendapatkan perhatian.
3.   Keindahan , Stimulasi, dan Stimulasi
Lingkungan belajar juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keindahan, informasi, dan stimulasi. Ruangan dan tempat-tempat lainnya ditata sedemikian rupa sehingga menarik perhatian anak dan orang dewasa. Keindahan tersebut hendaknya memberikan berbagai informasi kepada anak dan menstimulasi anak untuk melakukan hal-hal yang diinformasikan.
C.   Pengaturan Lingkungan Belajar Dan Bermain Di Dalam Kelas
Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Susunan meja dan kursi anak dapat diubah-ubah;
  2. Pada waktu mengikuti kegiatan, anak-anak tidak selalu duduk di kursi, tetapi dapat juga duduk di tikar/karpet;
  3. Penyediaan alat peraga harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan;
  4. Pengelompokan meja disesuaikan kebutuhan sehingga cukup ruang gerak bagi anak didik;
  5. Peletakan dan penyimpanan alat bermain diatur sesuai dengan fungsinya;
  6. Berilah batasan-batasan terhadap area-area yang terpisah;
  7. Identifikasi area-area yang relatif memerlukan ketenangan;
  8. Perhatikan ruangan-ruangan yang memerlukan meja karena anak TK lebih sering menggunakan lantai atau ruangan-ruangan terbuka;
  9. Tempatkan area-area kegiatan di dekat sumber-sumber yang diperlukan;
  10. Lengkapi area-area kegiatan dengan cahaya yang cukup terutama untuk tempat membaca, menulis, dan menggambar, serta merawat tanama; dan
  11. Ruangan diatur sedemikian rupa sehingga guru dapat memantau secara maksimal dari setiap lokasi untuk memastikan keamanan yang berarti memastikan setiap anak selalu dalam pengawasan.
Begitu pula dengan perabotan/perlengkapan/bahan/peralatan yang akan dipergunakan juga harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Keamanan, seperti :
  1. Tidak tajam, tidak runcing, tidak ada paku yang menonjol,kawat yang lepas
  2. Tidak mudah pecah;
  3. Tidak mengandung racun; dan
  4. Tidak menggunakan aliran listrik.
2. Sesuai dengan kondisi anak,
Materi yang dipilih harus disesuaikan dengan minat, usia, dan kemampuan anak.
  1. Kualitas dan Keawetan
Hendaknya alat yang dipergunakan di sekolah dapat tahan lama, tetapi relatif murah. Karena di sekolah alat akan dipergunakan oleh sejumlah anak secara bergantian dan terus-menerus sehingga harus dipilih yang kuat.
1)      Alat yang dipilih untuk sekolah harus dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran.
2)      Perabot yang ada di dalam ruang kelas sebaiknya mudah dipindah-pindahkan dan disesuaikan dengan ukuran anak.
D.    Pengaturan Lingkungan Belajar Dan Bermain Di Luar Kelas
Secara umum pengaturan lingkungan bermain di luar kelas perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
  1. Keseimbangan Area
Dapat diwujudkan dengan menciptakan beberapa area sebagai berikut :
  1. Area tubuh,
  2. Area terbuka untuk sinar matahari,
  3. Area melompat,
  4. Area memanjat dan bergantungan,
  5. Area mendaki,
  6. Area untuk menanam/bunga-bungaan, dan
  7. Area bermain pasir.
  8. Jalan Kecil/Trotoar
Jalan kecil dubuat dari semen atau batu bata. Di jalan kecil ini tidak ada satu barang pun yang ditempatkan karena akan mengganggu kebebasan anak dan orang dewasa yang menggunakan jalan kecil tersebut.
  1. Pemilihan Peralatan Bermain
Berbagai jenis peralatan bermain perlu disediakan bagi lingkungan bermain di luar kelas, seperti peralatan untuk memanjat, meluncur, bergantung, mendorang dan menarik, serta melempar dan menangkap.
      b.  Tingkat Perkembangan dan Kebutuhan Anak
Agar anak terjaga rasa aman bermain di luar kelas harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1)      Adanya pagar pengaman (tingginya minimum 4 kaki),
2)       Jarak area bermain,
3)      Alat-alat yang dipergunakan hendaknya sesuai dengan usia tahap usia anak,
4)      Alat bermain sebaiknya dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian yang tajam, runcing, dan mudah rusak,
5)      Alat-alat hendaknya kuat dan tidak mudah lepas bagian-bagiannya,
6)      Tempat bermain harus bebas dari aliran listrik yang membahayakan, dan
7)      Pengawasan dari guru yang memadai.

E.    Alat Permainan Di Area Dan Kegiatan Di Dalam Dan Di Luar Kelas
1. Alat-Alat Permainan Diarea Atau Sentara Kegiatan Didalam Kelas
Area kegiatan ini diselenggarakan diTK dengan ala-alat permainan yang    menarik dan dimaksudkan untuk menimbulkan suasana yang menyenangkan dan     keakraban sesama teman sehingga anak merasa betah te\inggal disekolah.
Alat-alat permainan yang digunakan pada tiap-tiap area adalah sebagai berikut:
a.       Area atau sentra kesenian
      Alat-alat yang dapat digunakan disentra  kesenian adalah pensil warna, cat, gunting, krayon, kapur tulis, kain perca, arang, benang, kelereng, lem, kuas, plastisin, dan sebagainya.
b.   Area atau senra perpustakaan
      Alat-alat yang dapat digunakan disentra perpustakaan antara lain: rak buku, meja, kursi, karpet, banta-bantal kecil, poster, lukisan, dan gambar-gambar lain yang memberikan informasi.
c.   Area atau sentra bermain drama
      Alat-alat yang dapat digunakan disentrea bermain drama antara lain: perabotan dapur, lemari, meja , kursi, meja makan, boneka, kostum binatang, celemek, sarung tangan, dan lain-lainnya.
d.   Area musik
       Alat-alat yang dapat digunakan diarea musik antara lain:piano, gitar, angklung, alat-alat perkusi, alat musik buatan guru dll. Juga dapat menggunakan bahan dari alam atau lingkungan sekitar.
e.   Area permainan balok dan logo/lego
       Alat-alat yang digunakan pada area balok antara lain, balok berbagai ukuran, lego/logo, kubus, kardus bekas, rambu-rambu lalu lintas, binatang-binatangan, mobil-mobilan, dll
f.   Area permainan matematika
       Alat-alat yang digunakan di area ini adalah kartu-kartu angka, tutup botol, kerang, batu-batuan, biji-bijian, puzzle, dll.
g.   Area IPA atau sains
       Alat-alat yang digunakan di sentra IPA berdasarkan topik dan aktivitasnya antara lain makhluk hidup, binatang, tumbuhan, energi, ruang dan waktu.
h.   Area / sentra agama
        Alat-alat yang digunakan disentra agama adalah peralatan ibadah, gambar atau poster bacaan atau do’a, gambar atau poster yang menunjukkan nilai moral/ budi pekerti dan sebagainya.
F.   Alat-Alat Permainan Di Area/ Sentra Kegiatan Diluar Kelas
Alat-alat bermain diluar kelas yang disajikan hendaknya dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak guna memupuk perkembangan jasmani, intelektual, emosional, dan sosial. Tugas guru adalah memberi kesempatan kepada anak untuk memperoleh berbagai pengalaman bermain dengan menggunakan berbagai macam alat bermain dan memberi bantuan serta bimbingan pada saat-saat diperlukan.
1.      Area memanjat
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu anak memanjat adalah :
  1. Anak tidak dibiarkan memanjat, sementara tangannya memegang suatu benda
  2. Anak secara bergantian dalam melakukan kegiatan ini
  3. Anak tidak dibiarkan memanjat selain pada area yang diperbolehkan untuk memanjat
  4. Area bermain pasir dan air
Alat-alat yang dapat digunakan di area ini antara lain bak air, bak pasir, botol, cangkir, mobil-mobilan dll.
2.   Area melempar dan menangkap
Alat-alat yang dapat digunakan di area ini antara lain bola kaki, bola basket, bola kasti, dll.
3.   Area olah raga atau jasmani
      Alat-alat yang dapat digunakan di area ini antara lain simpai, papan titian, karet, kardus bekas, tali, lantai dll.



 PENUTUP
A.  Kesimpulan
      Jadi alat-alat permainan yang diperlukan untuk kegiatan bermain dan belajar anak di dalam kelas, disusun menurut sifatnya dan tujuan aktivitasnya dalam kelompok-kelompok yang disebut area/ sentra kegiatan. Area kegiatan selalu berorientasi pada anak sebagai pusat dan mengharapkan keaktifan anak.
Area-area yang terdapat dalam lingkugan bermain dan belajar anak didalam kelas, antara lain :
  1. Area seni
  2. Area perpustakaan
  3. Area bermain drama
  4. Area musik
  5. Area permainan balok dan logo/lego
  6. Area permainan matematika
  7. Area IPA/ sains
  8. Area agama.
Area yang terdapat dalam lingkungan bermain dan belajar di luar kelas antara lain:
  1. Area memanjat
  2. Area bermain pasir dan air
  3. Area melempar dan menangkap
  4. Area olah raga / jasmani 
  5. Area alat-alat bermain lainnya.  
B.   Saran
Agar keberhasilan pelaksanaan program untuk pendidikan di TK maka guru harus memperhatikan cara pengaturan lingkungan belajar dan bermain anak serta penggunaan alat permainan di dalam kelas maupun di luar kelas.



DAFTAR PUSTAKA

Aisyah, Siti. 2005. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka
Anggani, Sudono. 2000. Sumber Belajar dan Alat permainan. Jakarta : Grasindo
Montolalu, dkk. 2008. Materi Pokok Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka
Yuke, Indrati. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini.      Jakarta : Pusat Kurikulum Depdiknas

Kamis, 11 September 2014

Macam-macam Akhlak Tasawuf

AKHLAK TASAWUF

Tetang
MACAM-MACAM AKHLAH TASAWUF

Oleh
DWI ANNISA FITRI
FATIMAH YAHYA

DOSEN:
DESWITA, S.Ag., MA.

PRROGRAM STUDI  ILMU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ISLAM (A)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2013/2014



BAB I
PENDUHULAN

A.   Latar Belakang
     Dalam kehidupan sebagai makhluk ciptaan Allah SWT dan sebagai manusia yang bermasyarakat, tentu harus memiliki sifat atau akhlak yang baik untuk kelangsungan hidup agar bahagia dunia dan akhirat.
Untuk meraih hal demikian, tentu harus  apa itu sifat terpuji dan tercela. Barurah akan menjadi manusia yang insani.

B.   Rumusan Masalah
     Dari uraian latar belakang di atas, maka dapatlah untuk merumuskan masalah:
1.  Apa itu sifat terpuji?
2.  Apa itu sifat tercela?







                                                                  BAB II
PEMBAHASAN


A.   MACAM-MACAM AKHLAK

1.   Akhlak Terpuji (al-Akhlak al-Mahmudah/Karimah)
      Menurut Al-Ghazali, berakhlah mulia atau terpuji artinya “menghilangkan seemua adat kebiasaan yang tercela yang sudah digariskan dalam agama Islam serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan adat kebiasaan yang baik, serta melakukannya dan mencintainya”.[1]

      Akhlak Terpuji (al-mahmudah) atau akhlak al-karimah artinya sikap dan sifat yang mulia atau terpuji, yang terkadang disebut dengan budi pekerti yang luhur.

      Akhlak mulia suatu sikap atau sifat yang terpuji yang pantas melekat pada diri setiap Muslim, sehingga menjadi orang yang berbudi baik atau luhur dan memiliki karakter yang baik pula.

      Indikator dalam akhlak mulia terbagi menjadi berbagai macam diantaranya adalah :

Indikator akhlak mulia adalah sebagai berikut :
  1. Shiddiq (benar atau jujur)
  2. Al-manah (menyampaikan atau terbuka)
  3. Tabligh (menyampaikan atau terbuka)
  4. Fathana (cerdas dan cakap)
  5. Istiqamah (teguh pendirian)
  6. Ikhlas berbuat atau beramal
  7. Syukur (menerima baik)
  8. Sabar (teguh)
  9. Iffah (perwira)
  10. Tawadhu’, adalah sikap sabar yang tertanam dalam jiwa untuk dapat mengendalikan hawa nafsu.
  11. Syaja’ (berani)
  12. Hikmah (bijaksana)
  13. Tasamuh (toleransi)
  14. Lapang dada
  15. Adil
  16. Qana’ah
  17. Intiqad atau mawas diri
  18. Al-Afwu atau pemaaf
  19. Anisatun atau bermuka manis
  20. Khusyu’ atau tenang dala beribadah
  21. Wara’, adalah sikap batin yang tertanam dalam jiwa yang selalu menjaga dan waspada dari segala bentuk perbuatan yang mungkin mendatangkan dosa, baik itu dosa kecil atau dosa besar.
  22. Belas kasihan
  23. Beriman kepada Allah
  24. Ta’awun atau tolong menolong
  25. Tadarru atau merendah
  26. Shalihah (shaleh)
  27. Sakhaa’ (pemurah)
  28. Nadhief (bersih)
  29. Ihsan
  30. Malu (haya)
  31. Uswatun hasanah (teladan yang baik)
  32. Hifdu Al-Lisan (menjaga ibadah)
  33. Hub al-wathan (cinta tanah air)

2.   Akhlak Tercela (al-Akhlak Madzmumah)
       Hidup manusia terkadang mengarah kepada kesempurnaan jiwa dan kesuciannya, tapi kadang pula mengarah kepada keburukan. Hal tersebut bergantung kepada beberapa hal yang mempengaruhinya. Menurut Ahmad Yamin, keburukan akhlak (dosa dan kejahatan) muncul disebabkan karena “kesempitan pandangan dan pengalaman, serta besarnya ego”.[2]
      Menurut Al-Ghazali, akhlak yang tercela ini dikenal dengan sifat-sifat muhlikat, yakni segala tingkah laku manusia yang dapat membawanya kepaa kebinasaan dan kehancuran diri, yang tentu saja bertentangan dengan fitrahnya yang selalu mengarah kepada kebaikan.[3]

       Akhlak tercela adalah semua sifat dan tingkah laku yang berbeda atau berlawanan, bahkan bertentangan dengan sifat-sifat yang telah disebutkan pada bagian terdahulu (akhlak mulia) tersebut di atas.

       Jenis akhlak yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :
  1. Dusta (bohong)
  2. Khiyanat (menyia-nyiakan kepercayaan)
  3. Hasad (dengki)
  4. Iri hati
  5. Al-Riya (puji diri)
  6. Takabbur (sombong)
  7. Al-Tabdzir (boros)
  8. Al-Bukhlu (kikir)
  9. Bakhil (kikir)
  10. Al-Dzulmu (aniaya)
  11. Ceroboh
  12. Ananiyah
  13. Al-Baghyu
  14. Al-Buhtaan (bohong)
  15. Ingkar janji
  16. Al-Kamru
  17. Al-Jubnu (pengecut)
  18. Al-Fawahisy (dosa yang besar)
  19. Saksi palsu
  20. Fitnah
  21. Al-Israf (hidup berlebih-lebihan)
  22. Al-Liwathah (hubungan seksual tidak normal)
  23. Al-namimah (adu domba)
  24. Al-khufran (kekufuran)
  25. Qatlun Nafs (menghilangkan jiwa)
  26. Al-Riba (pemakan riba)
  27. Al-sikhriyah (berolok-olok)
  28. Tanabazu bil al-qad (memberi gelaran yang tidak benar atau berlebihan)
  29. Al-Syakhwat (mengikuti hawa nafsu)
  30. Dan lain-lain sifat tercela
Beberpa contoh penyakit batin (Akhlak Tercela) adalah:
a.       Marah (ghadab), dapat dikatakan sebagai nyala api yang terpendam di dalam hati, sebagai salah satu godaan setan terhadap manusia. Islam menganjurkan orang yang lagi marah agar berwudhu (menyiram api kemarahan dengan air wudhu).
b.      Dongkol (hiqad), perasaan jengkel yang ada dalam hati, atau kemarahan yang tidak tersalurkan.
c.       Dengki (hasad), penyakit hati yang ditimbulkan kebencian, iri, dan ambisi.
d.      Sombong (takabbur), perasaan hebat yang terdapat dalam hati seseorang bahwa dirinya hebat dan mempunyai kelebihan.
        Dari berbagai kesimpulan di atas kami menarik kesimpulan bahwa akhlak adalah sesuatu sifat yang harus dijaga dan dipelihara, karena merupakan kunci sukses untuk hidup. akhak ialah bunga diri, indah dipandang mata, nikmat dirasa oleh hati dan memberi manfaat. Intinya adalah mencapai keridhaan Allah SWT.



[1] Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung;Pustaka Setia, 1999) h. 204, dalam Deswita, Akhlak Tasawuf, (STAIN Batusangkar, 2010) h. 42
[2] Ahmad Amin, Etika (Ilmu Akhlak), ter. K.H Farid Ma’ruf, dari judul asli al-Akhlaq, (Jakarta, Bulan Bintang, 1983), cet, III, h. 3, dalam Deswita, Akhlak Tasawuf, (STAIN Batusangkar, 2010) h.38
[3] Al-Ghazali menyamakan sifat-sifat terpuji dengan Munjiyat, sedangkan sifat tercela dengan Muhlikat. Selanjutnya lihat A. Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung : Pustaka Setia, 1999), h. 197, dalam Deswita, Akhlak Tasawuf, (STAIN Batusangkar : 2010) h. 39 



BAB III
PENUTUP

A.   Simpulan
Dalam kehidupan sebagai makhluk ciptaan Allah SWT dan sebagai manusia yang bermasyarakat, tentu harus memiliki sifat atau akhlak yang baik untuk kelangsungan hidup agar bahagia dunia dan akhirat.
Untuk meraih hal demikian, tentu harus  apa itu sifat terpuji dan tercela. Barurah akan menjadi manusia yang insani.

B.  Saran
     Untuk menjadi makhluk yang insane haruslah memiliki sifat terpuji dan menghindari sifat tercela.