BERMAIN
Tetang
LINGKUNGAN
BERMAIN
Oleh Kelompok 7
BETTY
MULYANI
DWI ANNISA FITRI
LASTRI
Dosen
FITRIYANI,
M.Pd
PRROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ISLAM (A)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2014
PEMBAHASAN
A. Lingkungan
Belajar Dan Bermain Di Tk
Penggunaan dan pengaturan lingkungan belajar merupakan suatu
kegiatan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan. Baik yang terkait dengan
pengembangan anak secara optimal, maupun yang terkait dengan luasnya ruangan
yang tersedia, ataupun bahan-bahan dan peralatan yang ada.
Keberhasilan pelaksanaan program untuk pendidikan di TK
sangat tergantung dari cara pengaturan lingkungan belajar dan bermain serta
penggunaan alat permainan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kesenangan
anak didik untuk bersekolah dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, maka
pengaturan lingkungan, alat permainan pada khususnya dan sumber belajar pada
umumnya harus rapi, menarik, dan dengan efisiensi yang tinggi sehingga dapat
dinikmati dan dirasakan oleh anak.
1.
Prinsip-Prinsip Pengaturan Lingkungan Belajar Dan Bermain Anak
a. Tingkat
Perkembangan Anak
Pengaturan lingkungan belajar dan
bermain perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak, baik dalam segi
perkembangan kognitif, motorik, bahasa, maupun psikososial.
b. Stimulasi
Perkembangan Anak
Lingkungan belajra dan bermain
hendaknya diatur dengan tujuan untuk menstimulasi perkembangan anak. Oleh sebab
itu, lingkungan tersebut harus memberikan kesempatan yang luas kepada anak
untuk eksplorasi, penyelidikan, interaksi sosial, komunikasi, dan peningkatan
kemampuan koordinasi gerakan motorik.
c. Menghindarkan
Anak Cedera
Lingkungan belajar dan bermain harus
ditata sedemikian rupa sehingga dapat mengindarkan anak dari kemungkinan
mendapat cedera. Penempatan alat-alat, pemilihan alat permainan dan pengaturan
ruangan perlu memperhatikan keselamatan anak. Setiap guru harus menyadari
perlunya merancang dan mengorganisasikan lingkungan belajar anak dengan tujuan
agar anak selalu tertarik dan terstimulasi untuk mau belajar.
d. Informasi yang Berkaitan
dengan Anak yang Akan Mengikuti
Kegiatan
Belajar
Walaupun melalui informasi tersebut
hanya sedikit yang diketahui oleh guru, tetapi informasi tersebut tetap akan
menjadi sumber pengetahan bagi masing-masing guru. Informasi tersebut berupa
catatan atau laporan tertulis yang dapat diperoleh guru beberapa waktu sebelum
sekolah dimulai. Melalui pertemuan pertama dengan murid yang datang bersama
orang tua akan menambah informasi sehingga kelas dapat dirancang dan
diorganisasikan oleh guru sesuai anak didik yang telah diterima.
e. Kegiatan Harus
Dilakukan Anak yang Berkaitan dengan Tujuan Khusus
yang Hendak
Dicapai
Apabila tujuan khusus pembelajaran
adalah pengembangan keterampilan sosial maka guru perlu mengatur ruangan atau
lingkungan belajar yang memberi kesempatan pada anak untuk berinteraksi di
dalam kerja kelompok. Misalnya, guru mengatur tempat yang menarik minat anak
untuk berinteraksi di dalam kelompok, seperti menyediakan sudut permainan drama
atau bermain dan lain sebagainya.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan guru adalah kebutuhan
ruang bagi masing-masing anak baik di dalam maupun di luar ruang belajar, untuk
memberikan kebebasan bergerak pada masing-masing anak.
B. Perencanaan Lingkungan Belajar Dan Bermain Di
Tk
1. Perencanaan Harian
Perencanaan harian perlu dibuat oleh guru karena
mempengaruhi pengaturan lingkkungan belajar. Setiap rencana harian membutuhkan
peralatan dan pengaturan lingkungan belajar yang sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan. Keteraturan di sekitar anak-anak akan merangsang rasa
keteraturan di dalam diri mereka.
2. Kesehatan, Keamanan, dan Saniter
Perencanaan lingkungan belajar juga memperhatikan hal-hal
yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, juga saniter. Cahaya yang masuk
keruangan, temperatur ruangan, dan ventilasi yang cukup untuk pergantian udara.
Disamping itu, WC, kamar mandi, keran air yang diperlukan anak untuk mencuci
tangan. Kondisi saniter secara umum merupakan aspek lain dari kesehatan dan
keamanan yang perlu mendapatkan perhatian.
3. Keindahan , Stimulasi, dan Stimulasi
Lingkungan belajar juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan
dengan keindahan, informasi, dan stimulasi. Ruangan dan tempat-tempat lainnya
ditata sedemikian rupa sehingga menarik perhatian anak dan orang dewasa.
Keindahan tersebut hendaknya memberikan berbagai informasi kepada anak dan
menstimulasi anak untuk melakukan hal-hal yang diinformasikan.
C. Pengaturan Lingkungan Belajar Dan Bermain Di
Dalam Kelas
Hal-hal
yang harus diperhatikan yaitu :
- Susunan
meja dan kursi anak dapat diubah-ubah;
- Pada
waktu mengikuti kegiatan, anak-anak tidak selalu duduk di kursi, tetapi
dapat juga duduk di tikar/karpet;
- Penyediaan
alat peraga harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan;
- Pengelompokan
meja disesuaikan kebutuhan sehingga cukup ruang gerak bagi anak didik;
- Peletakan
dan penyimpanan alat bermain diatur sesuai dengan fungsinya;
- Berilah
batasan-batasan terhadap area-area yang terpisah;
- Identifikasi
area-area yang relatif memerlukan ketenangan;
- Perhatikan
ruangan-ruangan yang memerlukan meja karena anak TK lebih sering
menggunakan lantai atau ruangan-ruangan terbuka;
- Tempatkan
area-area kegiatan di dekat sumber-sumber yang diperlukan;
- Lengkapi
area-area kegiatan dengan cahaya yang cukup terutama untuk tempat membaca,
menulis, dan menggambar, serta merawat tanama; dan
- Ruangan
diatur sedemikian rupa sehingga guru dapat memantau secara maksimal dari
setiap lokasi untuk memastikan keamanan yang berarti memastikan setiap
anak selalu dalam pengawasan.
Begitu pula dengan perabotan/perlengkapan/bahan/peralatan
yang akan dipergunakan juga harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Keamanan, seperti :
- Tidak
tajam, tidak runcing, tidak ada paku yang menonjol,kawat yang lepas
- Tidak
mudah pecah;
- Tidak
mengandung racun; dan
- Tidak
menggunakan aliran listrik.
2. Sesuai dengan kondisi anak,
Materi yang dipilih harus disesuaikan dengan minat, usia,
dan kemampuan anak.
- Kualitas
dan Keawetan
Hendaknya alat yang dipergunakan di sekolah dapat tahan
lama, tetapi relatif murah. Karena di sekolah alat akan dipergunakan oleh
sejumlah anak secara bergantian dan terus-menerus sehingga harus dipilih yang
kuat.
1) Alat yang dipilih untuk sekolah
harus dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran.
2) Perabot yang ada di dalam ruang
kelas sebaiknya mudah dipindah-pindahkan dan disesuaikan dengan ukuran anak.
D. Pengaturan
Lingkungan Belajar Dan Bermain Di Luar Kelas
Secara umum pengaturan lingkungan bermain di luar kelas
perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
- Keseimbangan
Area
Dapat
diwujudkan dengan menciptakan beberapa area sebagai berikut :
- Area
tubuh,
- Area
terbuka untuk sinar matahari,
- Area
melompat,
- Area
memanjat dan bergantungan,
- Area
mendaki,
- Area
untuk menanam/bunga-bungaan, dan
- Area
bermain pasir.
- Jalan
Kecil/Trotoar
Jalan kecil dubuat dari semen atau batu bata. Di jalan kecil
ini tidak ada satu barang pun yang ditempatkan karena akan mengganggu kebebasan
anak dan orang dewasa yang menggunakan jalan kecil tersebut.
- Pemilihan
Peralatan Bermain
Berbagai jenis peralatan bermain perlu disediakan bagi
lingkungan bermain di luar kelas, seperti peralatan untuk memanjat, meluncur,
bergantung, mendorang dan menarik, serta melempar dan menangkap.
b.
Tingkat Perkembangan dan Kebutuhan Anak
Agar anak terjaga rasa aman bermain di luar kelas harus
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1) Adanya pagar pengaman (tingginya
minimum 4 kaki),
2) Jarak area bermain,
3) Alat-alat yang dipergunakan
hendaknya sesuai dengan usia tahap usia anak,
4) Alat bermain sebaiknya dirancang
sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian yang tajam, runcing, dan mudah rusak,
5) Alat-alat hendaknya kuat dan tidak
mudah lepas bagian-bagiannya,
6) Tempat bermain harus bebas dari
aliran listrik yang membahayakan, dan
7) Pengawasan dari guru yang memadai.
E. Alat Permainan
Di Area Dan Kegiatan Di Dalam Dan Di Luar Kelas
1.
Alat-Alat Permainan Diarea Atau Sentara Kegiatan Didalam Kelas
Area kegiatan ini diselenggarakan diTK dengan ala-alat
permainan yang menarik dan dimaksudkan untuk menimbulkan suasana
yang menyenangkan dan keakraban sesama teman sehingga anak
merasa betah te\inggal disekolah.
Alat-alat permainan yang digunakan pada tiap-tiap area
adalah sebagai berikut:
a. Area atau sentra kesenian
Alat-alat yang dapat digunakan disentra kesenian adalah pensil
warna, cat, gunting, krayon, kapur tulis, kain perca, arang, benang, kelereng,
lem, kuas, plastisin, dan sebagainya.
b. Area atau
senra perpustakaan
Alat-alat yang
dapat digunakan disentra perpustakaan antara lain: rak buku, meja, kursi,
karpet, banta-bantal kecil, poster, lukisan, dan gambar-gambar lain yang memberikan
informasi.
c. Area atau sentra
bermain drama
Alat-alat yang
dapat digunakan disentrea bermain drama antara lain: perabotan dapur, lemari,
meja , kursi, meja makan, boneka, kostum binatang, celemek, sarung tangan, dan
lain-lainnya.
d. Area musik
Alat-alat yang
dapat digunakan diarea musik antara lain:piano, gitar, angklung, alat-alat
perkusi, alat musik buatan guru dll. Juga dapat menggunakan bahan dari alam
atau lingkungan sekitar.
e. Area permainan
balok dan logo/lego
Alat-alat yang
digunakan pada area balok antara lain, balok berbagai ukuran, lego/logo, kubus,
kardus bekas, rambu-rambu lalu lintas, binatang-binatangan, mobil-mobilan, dll
f. Area permainan
matematika
Alat-alat yang
digunakan di area ini adalah kartu-kartu angka, tutup botol, kerang,
batu-batuan, biji-bijian, puzzle, dll.
g. Area IPA atau
sains
Alat-alat yang
digunakan di sentra IPA berdasarkan topik dan aktivitasnya antara lain makhluk
hidup, binatang, tumbuhan, energi, ruang dan waktu.
h. Area / sentra
agama
Alat-alat yang
digunakan disentra agama adalah peralatan ibadah, gambar atau poster bacaan
atau do’a, gambar atau poster yang menunjukkan nilai moral/ budi pekerti dan
sebagainya.
F. Alat-Alat
Permainan Di Area/ Sentra Kegiatan Diluar Kelas
Alat-alat bermain diluar kelas yang disajikan hendaknya
dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak guna memupuk perkembangan jasmani,
intelektual, emosional, dan sosial. Tugas guru adalah memberi kesempatan kepada
anak untuk memperoleh berbagai pengalaman bermain dengan menggunakan berbagai
macam alat bermain dan memberi bantuan serta bimbingan pada saat-saat
diperlukan.
1. Area memanjat
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu anak memanjat
adalah :
- Anak
tidak dibiarkan memanjat, sementara tangannya memegang suatu benda
- Anak
secara bergantian dalam melakukan kegiatan ini
- Anak
tidak dibiarkan memanjat selain pada area yang diperbolehkan untuk
memanjat
- Area
bermain pasir dan air
Alat-alat yang dapat digunakan di area ini antara lain bak
air, bak pasir, botol, cangkir, mobil-mobilan dll.
2. Area melempar dan menangkap
Alat-alat yang dapat digunakan di area ini antara lain bola
kaki, bola basket, bola kasti, dll.
3. Area olah raga atau jasmani
Alat-alat yang dapat digunakan di area
ini antara lain simpai, papan titian, karet, kardus bekas, tali, lantai dll.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Jadi alat-alat permainan yang diperlukan untuk kegiatan bermain dan belajar
anak di dalam kelas, disusun menurut sifatnya dan tujuan aktivitasnya dalam
kelompok-kelompok yang disebut area/ sentra kegiatan. Area kegiatan selalu
berorientasi pada anak sebagai pusat dan mengharapkan keaktifan anak.
Area-area yang terdapat dalam lingkugan bermain dan belajar
anak didalam kelas, antara lain :
- Area seni
- Area perpustakaan
- Area bermain drama
- Area musik
- Area permainan balok dan logo/lego
- Area permainan matematika
- Area IPA/ sains
- Area agama.
Area yang
terdapat dalam lingkungan bermain dan belajar di luar kelas antara lain:
- Area memanjat
- Area bermain pasir dan air
- Area melempar dan menangkap
- Area olah raga / jasmani
- Area alat-alat bermain lainnya.
B. Saran
Agar keberhasilan pelaksanaan program untuk pendidikan di TK
maka guru harus memperhatikan cara pengaturan lingkungan belajar dan bermain
anak serta penggunaan alat permainan di dalam kelas maupun di luar kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah,
Siti. 2005. Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka
Anggani,
Sudono. 2000. Sumber Belajar dan Alat permainan. Jakarta : Grasindo
Montolalu,
dkk. 2008. Materi Pokok Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas
Terbuka
Yuke,
Indrati. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini.
Jakarta : Pusat Kurikulum Depdiknas

